Pages

Showing posts with label Some stories. Show all posts
Showing posts with label Some stories. Show all posts

Wednesday, November 7, 2012

Hai Selasa x_x


Hai selasa.
Hai mendung yang seharian itu menghiasi langit
Hai petir yang menjadi jeritan hati tertahanku hari itu

Ada apa hari itu?
Pagi itu aku terbangun tanpa beban yang sama seperti malam sebelumnya
Setelah aku mencoba melepaskan asa lamaku

Mimpi juga begitu bersahabat menemaniku malam sebelumnya
Aku masih bermimpi yang sama
Sebab alam bawah sadarku rupanya tak dapat berbohong

Namun ketenangan hari itu dikoyakkan dengan kabar yang datang
Bak petir yang memecah segala harapan ku
Dan waktu semakin kuat mengejarku

Dimulai dari kenyataan harus tetap hadir di kampus padahal sedang diliburkan
Lalu pesan singkat dari rekan sekerja yang mengabarkan bahwa harapan kami pada salah seorang anak di sebuah SMA membatalkan kehadirannya di acara besar yang kami sudah nantikan
Kemudian jadwal latihan yang seharusnya digeber semalam-malaman juga batal

Dan sekarang di sinilah mata bermain
Tak tahu harus berbuat apa, sementara banyak hal yang sebenarnya masih harus dikerjakan

Dan salah satu benakku semakin takut untuk terdiam lebih lama
Membiarkan asa lamaku akan semakin membayangi malamku
Sementara aku tahu, aku harus tetap melangkah
Meninggalkan sang asa yang tetap berjalan di belakangku

Mungkin segala rencanaku hari itu boleh gagal
Tapi biarlah aku mengikuti irama kehidupan yang terus melantun
Menciptakan melodi indah dari setiap tempo kehidupan yang tercipta

Monday, November 5, 2012

♥ this MONDAY


Selamat pagi dunia
Mentari pagi ini menyentuh tanganku dengan kehangatannya
Membawa seberkas ceria di tengah jalanan ibu kota yang dipadati kendaraan
Bunyi klakson kendaraan menjagaku tetap membuka mata untuk menikmati gedung-gedung tinggi yang berdiri mendampingi perjalananku

Tak ada hari yang seindah senin

Ketika akhirnya realita kembali menjemput
Ketika segala kesibukan sudah siap menguras habis seluruh tenaga
Dan membantuku menghapus asa lamaku

Dimulai ketika Yang Kuasa menghantarkan pesan lewat saat teduh pagi ini
Memberi stimulus bahagia di hati
Yang memberi segaris senyuman di pagi ini
Lalu pesan singkat dari seorang teman yang menggelitik pikiranku

Ketika dunia begitu luas
Sementara otak ini berukuran begitu kecil,
Ternyata selama ini diri ini terlarut dalam satu kenyamanan
Yang membuatnya tak berfikir untuk keluar dan melihat yang lain

Birunya langit memang sama
Namun aku lupa, langit itu bisa terlihat lebih indah
Ketika kau juga bisa melihat gunung yang menghiasinya
Dan aku perlu mencari tempat yang tepat untuk dapat melihatnya

Maka pagi ini,
Kaki ku mangayun bersiap dengan dunia yang baru
Mencoba menemukan keindahan lain yang masih tersembunyi
Lalu mencoba menggengamnya erat

Mengukir kisah lain dari dunia yang belum pernah ku singkap
Lalu mengizinkan dunia terus berputar
Agar hati dapat menyimpan segala cerita yang akan terlukis indah



Monday, October 29, 2012

Pencopet??? Siapa takut?!

mungkin keabstrakan saya semakin menjadi-jadi..
setelah beberapa postingan saya yang dianggap sebagai seorang pujangga galau,.
kali ini saya menceritakan sebuah kejahatan dengan penuh kepuasan..

jadi.. begini ceritanya..

hari Rabu kemarin, seminggu sebelum saya menuliskan post ini, saya bertemu dengan orang-orang yang membuat saya punya ketakutan yang besar terhadap yang namanya angkutan umum.
ya, salah seorang sahabat saya memang pernah berkata bahwa saya termasuk ke dalam kategori orang yang parno.

padahal tidak begitu juga.

memang pengalaman sekali kecopetan dan dua kali gagal dicopet,
apalagi selalu bertemu dengan preman di dalam bus,
akhirnya membuat saya jadi mawas diri.

sebelumnya, saya termasuk orang yang sangat menikmati menaiki angkutan umum SELAMA memperoleh tempat duduk.
menaiki angkutan umum jauh lebih nyaman karena buat saya, dari segi keamanan di jalan, saya termasuk tidak perlu menderapkan detak jantung terlalu cepat.
sealin itu, banyak hal yang bisa dilakukan dari membaca buku, smsan-internetan-bbman, atau memikirkan hal-hal yang seringkali terlewat untuk dilakukan.
dan hal yang terbaik dari itu semua adalah punya kesempatan untuk TIDUUUUUURRRRR


Hahahahaha
yah, selama tidak terburu-buru, angkutan umum sebenarnya di atas segala ketidaknyamanan fasilitas yang ditawarkan, menjadi salah satu alternatif yang tepat di Ibukota Indonesia ini.

nah, siang hari kemarin, salah satu hal yang paling saya tidak duga terjadi di angkutan umum yang sering saya tumpangi.
bus besar jurusan Pulogadung-Blok M hari itu memang cukup sepi sekalipun jarum jam sedang menuju ke angka 3. saya dan sejumlah mahasiswa yang ramai menaiki bus tersebut dan menempati bangku-bangku yang masih kosong.

saya dan teman saya mengambil posisi paling depan, di mana mata kami telah jatuh ke sepasang kursi kosong tersebut dan memutuskan untuk duduk di situ.
tak lama bus berjalan, seorang ibu yang duduk di sebelah kanan saya menegur saya ; adek pakai indosat?
berusaha untuk tetap ramah dan waspada, saya menjawab: engga bu. saya pakai axis
ibu: oh begitu. anak sekarang jarang ya yang pakai indosat
saya yang memang takut dengan orang asing karena isu hipnotis yang ramai dibicarakan, maka saya pun menjawab cepat: iya bu.
lalu saya mencari headset di tas dan dengan perlahan memasangnya di kedua kuping saya.
berharap dengan demikian tidak ada lagi percakapan.

tidak ada percakapan sejak itu...

mata saya mulai berat..

dan tanpa bisa saya kendalikan, alam mimpi menghampiri saya siang itu..

lalu tiba-tiba saya tersontak ketika bus baru saja melewati jembatan stasiun jatinegara dan sejumlah penumpang berteriak-teriak tutup pintunya pak.

saya terbangun, berusaha mengetahui yang terjadi.

dan dengan posisi saya yang duduk di paling depan, saya dapat melihat bus saya yang melewati busway terhenti di depan sejumlah siswa berseragam putih abu-abu

kenek berusaha menghalangi mereka masuk, dan akhirnya hanya sekitar 3-5 siswa yang bisa menaiki bus tersebut.
kantuk tak lagi menemani saya.
khawatir siswa-siswa tersebut tiba-tiba terlibat tawuran dan membawa air keras..
parno? mungkin.
tapi itu yang saya syukuri.

setelah melewati daerah Cipinan, ada 2 orang lelakidari belakang yang maju ke depan. salah satunya berpakaian rapi dan meletakkan sebuah tas besar di depannya. sementara yang lain berbadan besar dan tak membawa barang apapun.
saya sama sekali tidak curiga, sampai tiba-tiba ibu di samping saya berkata: mereka pencopet.

SHOCKED.
SANGAT.
DAN TAMBAH PARNO.

Ibu-ibu di samping saya persis kalau yang ada di cerita-cerita misteri. berbicara tanpa ekspresi atau memandang saya dan intonasinya pun datar.

saya spontan bertanya: kok ibu bisa tahu?

dan dia diam saja.

saya menahan nafas lalu berbisik ke teman di samping kiri saya: mut, itu yang di depan pencopet. ibu-ibu di samping gue yang bilang.
mutiara: hah??! serius stev?
saya: ya aman gue tahu

kami tak melepaskan pandangan kami ke depan. sambil sesekali saya melirik ke ibu-ibu yang tak berekspresi itu.
hmmmmm
plegma sepertinya...
HAHAHAAHAHAHA

Dan...
bus mulai melewati yang disebut "pangkalan"... itu sesudah halim, sebelum UKI.,.
Mutiara turun..d an orang-orang tersebut tidak turun...
dan mulai curiga lah saya...

lalu kenek pun berteriak: CAWANG-CAWANG-CAWANGGGG!!!!!
Dan beberapa orang muali beregerak turun dan mereka juga mulai bergerak tapi tidak turun...

dan ketika si kenek meneriakkan: UKI-UKI-UKI
Sejumlah penumpamng memadati pintu depan dan beberapa orang yang sejak tadi saya amati juga terlihat hendak turun dan masuk ke dalam kepadatan penumpang tersebut.

dan saya sangat terkejut dengan yang saya lihat.

SALAH SEORANG DARI BAPAK-BAPAK DI BELAKANG MENERIMA HANDPHONE SECARA DIAM-DIAM DAN MEMASUKKAN KE DALAM KANTONG CELANANYA.

ARRRGGGHHHH!!!!!

Mau berteriak, tapi ketakutan itu melingkupi saya begitu besar. mereka berbadan besar dan berkelompok.

seorang bapak-bapak menyadari handphonenya hilang namun usahanya sia-sia.
si pencopet dengan muka tegangnya memerintahkan agar sang supir segera melajukan kembali kendaraannya. dan salah seorang dari mereka yang sejak tadi tidak saya perhatikan memberikan uang kepada sang supir.

MYYYY!!!!!!

Gak heran kejahatan bisa terus terjadi di tempat ini.

dan yang lebih membuat saya terkejut, yang saya pikir hanya tiga orang, ternyata ada LIMA ORANNNGG!!!!!

SOTOY kah saya???

tidak. karena setelah BNN, mereka turun bersamaan di jembatan penyebrangan yang terdekat dari tempat itu.

dan setelah mereka turun, ibu-ibu di samping saya berbicara tanpa menatap ke saya!!!!!!
"Tuh kan saya bilang apa. di belakang pasti masih ada."

Dan saya hanya bisa menelan ludah dan memeluk tas saya sambil berharap kantuk tak lagi menemani saya sore itu.....

setidaknya...

ketika hari ini kembali harus menaiki bus yang sama.. saya jauh lebih tenang karena saya sudah tahu bagaimana harus berjaga-jaga dan mengetahui bagaimana mereka berkerja..

yah..mungkin benar..

bahwa kejahatan bisa tejadi karena ada kesempatan..






Thursday, October 25, 2012

daun itu bercerita...


Dan sepucuk daun kembali terjatuh
Meninggalkan rantingnya dan bersatu dengan aliran sungai
Warnanya hijau, terlihat begitu rapuh nan lembut

Daun itu siap meninggalkan pohonnya dan berpetualang bersama aliran sungai itu
Memang ada ujungnya di sana
Namun ia tak tahu di mana dan kapan ia akan tiba di sana
Ia hanya menyerahkan diri pada aliran sungai yang terus membawanya

Sesekali ia harus tenggelam karena kencangnya aliran
Namun ia akan kembali muncul tanpa adanya robekan di tubuhnya
Sesekali ia harus terhenti karena batu besar
Namun air dan angin membantunya untuk kembali ke arus itu

Takutkah ia ketika akhirnya seorang diri harus mengarungi aliran air itu..
Daun itu tetap tampak tenang
Menunjukkan keindahan hijaunya ketika sinar sang mentari singgah di atasnya
Ia tetap tampak segar
Tentu, karena ia dikelilingi air yang tetap memberinya kehidupan

Perlahan ia mulai layu
Lelah dengan kerasnya terpaan angin dan air yang terus menghampirinya
Sampai akhirnya…

Ia menikmati terbang di udara seperti seekor burung,
ketika sungai itu telah menghabiskan jalannya
membawa dang daun ke bagian lain yang lebih tenang daripada aliran sungai
dan ia berkumpul kembali dengan daun-daun lain
di salah satu sisi bebatuan yang tenang dan teduh itu

Thursday, September 27, 2012

Jakarta Keras (bukan karena aspaall!!!)


Rabu, 26 September 2012


Dengan otak yang dipenuhi pikiran harus mengurus semua kartu-kartu yang digondol pencopet dan uang yang makin tiris karena banyak pengeluaran tak terduga untuk mengurus itu semua, langkah kaki dengan gontai menibakan saya dan anggre (teman satu kontrakan) di dalam salah satu ruang kelas yang panas di Fakultas Ilmu Pendidikan.

Jam 10.00
Seharusnya kelas dimulai jam 08.00 jika saja dosen tidak secara mendadak membatalkan kelas.
Kuliah dari jam 08.00 sampai 16.00 secara khusus 5 jam bersama dosen yang sama dengan satu mata kuliah, rasanya tidak akan mudah dilewati.

Berusaha memasang mood at the top level, rok span selutut berwarna pink dan blouse warna hitam hari itu sukses membuat saya siap menghadapi kebosanan yang akan menyerang. Sampai kelas, segera membuka notebook sambil menunggu dosen yang *pasti* terlambat.

I was trying to be a nice student so I didn’t come late

Dan…
Penanggung Jawab mata kuliah tersebut maju ke depan kelas…

Dan kalimat-kalimat yang paling saya tidak harapkan meluncur keluar dari mulutnya..

Kalimat demi kalimat sang dosen yang disampaikan ke si PJ bak petir di siang bolong..

Saya tertawa keras.

Rasanya otak kosong.

Kelas tidak ada.

Dia mau kami untuk segera terjun ke lapangan dan bertemu dengan anak-anak Gangguan Emosi dan Tuna Laras(GETL).

Di siang terik yang panas itu, setelah berdiskusi dan sempat mengelilingi daerah under pass di rawamangun, kami akhirnya menjatuhkan hati kepada stasiun senen.

Ya. STASIUN SENEN.
Tempat di mana tidak seharusnya 4 gadis berpakaian rapi ala guru duduk-duduk di depan stasiun berdekatan dengan segerombol anak-anak punk sambil beberapa kali mencuri pandang.
Sementara yang lain takut untuk segera memulai salah satu langkah observasi-yaitu wawancara, sifat sanguine dan phlegmatic cukup membantu saya hari itu.

Bermodalkan dengan nekat, saya mendekati 3 orang anak punk yang tengah bermain-main dengan okulele mereka. Tangan mulus ini mendarat dengan tepat ke tangan yang membuat kulit saya tampak begitu cerah dan bersih. Sukses mendapatkan mereka, saya segera duduk tanpa dipersilahkan dan segera memulai pembicaraan.

Hampir satu jam percakapan yang mengharuskan saya kesemutan di kaki membuka pandangan baru bagi saya mengenai kehidupan mereka.

4 narasumber, mari kita sebut A,B,C, dan D. 3 pria, satu wanita (inisial D)
Mereka memiliki keluarga.
Tapi mereka ditolak.
 Mereka tidak mendapatkan kasih sayang.
Dan akhirnya, kabur dari rumah adalah pilihan yang tepat.

Sejak usia 10 tahun, mereka hidup tanpa naungan orang tua.
Keluarga merupakan sahabat mereka yang sama-sama berjuang di jalanan untuk dapat tetapbertahan hidup. Mereka memiliki mimpi.
Tapi itu semua seperti hal abstrak yang terlihat di balik jendela yang basah oleh aliran air hujan. Tidak jelas. Tapi samar-samar bisa terlihat.

Keinginan. Seolah menajdi sesuatu yang seringkali hanya menyesakkan dada.jika ditawarkan berbagai kemungkinan, mereka menjawab singkat. Mau.
Tapi keadaan dan kondisi menjadi tembok tinggi yang harus dengan susah payah di lewati. Perlu tangga atau tali untuk memanjatnya. Tapi tidak ada. Tidak ada yang mau menawarkan tangga atau tali itu.

Kami tertawa bersama.
Tapi sungguh, hanya untuk menutupi air mata yang ada di hati.

Mereka sudah beberapa kali ditangkap SatPol-PP. Mereka sudah dimasukkan ke panti tapi hanya mendapat siksaan. Mereka seringkali terlibat tawuran. Dan tidak ada ketakutan akan apapun.
Cukup terkejut ketika pancingan itu mengenai sasaran. Ya, mereka tidak segan-segan untuk membunuh, dan itu sudah direncanakan oleh mereka.

Kami takut.

Kami ragu.

Dan rasanya kami ingin segera pergi dari tempat itu.

But let’s say thank you Lord because He gave me a chance to join in Theater.
So it wasn’t a big deal to act like everything’s okay.

Saya tidak bisa membenci mereka.
Saya tidak bisa marah pada mereka.
Saya tidak bisa kecewa pada mereka.

Tapi…
Saya membenci orang-orang yang menelantarkan mereka.
Saya marah pada orang-orang yang menutup matamereka.
Saya kecewa pada orang-orang yang hanya menjudge mereka.

Lalu apa yang bisa saya lakukan?

Tidak banyak. Not much I could do, but He could.

Sepertinya titik terang untuk semakin mengetahui kosentrasi yang akan diambil semakin jelas.. semoga tidak salah..

Dan itu pun semakin jelas ketika melihat kondisi remaja-siswa saat ini. Tawuran di 70 dan 6 yang terjadi di hari senin 24 September lalu disebabkan oleh anak yang mengalami GETL.. dan itu menjadi kegelisahan yang ga berhenti bahkan ketika sedang menulis post ini..

Hanya berharap supaya nantinya, setiap dari kita lewat bagian masing-masing bisa memberikan kontribusi yang paling tepat untuk membantui kondisi zaman saat ini.. Hopefully.

Let us do our part in JOY (Jesus first, Others second, Yourself last)



kecopetan euuuyyy ~(^o^~)


Salah satu hal yang perlu dilakukan oleh seorang murid ialah menghargai guru dengan memperhatikannya saat di kelas. Tapi hal ini ga berlaku saat ini. Hari terluar binasa ketika membayangkan seorang dosen mengajar selama 5 jam dengan satu mata kuliah.

Ajaib.


Strategi pun dipasang untuk 5 jam ke depan.


Saya sedang memperhatikan.
Memperhatikan keyboard computer dan sesekali melirik ke arah layar notebook tanpa sedikitpun tergoda untuk menatap sang dosen.

Saya sedang menghargai.
Menghargai dosen yang tengah menjelaskan tanpa membuat keributan ataupun menggangu penjelasannya.

Saya sedang belajar.
Belajar untuk membagi fokus dengan tepat, telinga mendengarkan penjelasan dosen dan mata terarah ke arah notebook.

Hari ini waktu di layar handphone menunjukkan bulan September. Bahkan, di salah satu tweet Ancol, mereka menuliskan promo untuk September Ceria.
Ya, bulan yang identik dengan lagu Vina Panduwinata “September Ceria” ini tidak sepenuhnya datang bulan ini.

Menyedihkan kah bulan ini bagi saya?
Tidak juga.
Tapi tidak cukup banyak alasan yang tepat untuk dapat menyimpulkan bahwa ini merupakan bulan yang ceria. Yah, “baru” tanggal 26. Masih tersisa 4 hari lagi untuk dapat menyimpulkan tema bulan ini.

Namun sejauh ini, menikmati kata “September Ceria” cukup menyulitkan.
Mari memulainya dengan minggu pertama dibulan ini. Tunggu. Minggu pertama hanya diisi 2 hari.
Kalau begitu kita masuk ke minggu ke dua.

Dan lanjut ke minggu ke tiga.

Lalu minggu ke empat.

Dan saat post ini ditulis, kalender menunjukkan minggu ke lima.

Terlalu banyak yang harus diceritakan. lihat aja nih schedule
DO NOT TRY THIS!!!!


Tidak perlu membahas apa saja yang dikerjakan sebulan ini dan kesulitannya, tapi mari membicarakan bagaimana menikmati masa-masa sulit itu.

Jadi… puncak dari segala sesuatunya tejadi di tanggal 23 September 2012 pkl. 11. 15 di UKI-Cawang.
Bus 45 yang membawa hanya beberapa penumpang itu tidak ramai. Namun ketika sang kenek meneriakkan “UKI-UKI” hanya saya dan eni yang berdiri menuju pintu keluar bus yang teletak di depan.
Lalu tiba-tiba, seorang bapak berdiri dan tampak tergesa-gesa sampai harus mendorong saya dari belakang beberapa kali. Tanpa perasaan curiga sedikitpun, saya hanya bisa mendengus kesal dan akhirnya memberi jalan kepada Bapak-bapak itu. ketika kaki ini tidak meninggalkan 45, saya menoleh ke belakang mencari Eni yang memang pergi bersama saya hari itu.

Tidak ada Eni.

Dan ternyata dia sudah berjalan di depan saya.
Menyusul dengan sedikit berlari kecil, kami menaiki jembatan dan berjalan menuju UKI.

Lapar.

Cuma itu yang ada dipikiran saya yang memang belum sarapan saat sejak pagi harus pergi ke Gereja.
Maka berbelok di salah satu gang di sebelah UKI, saya memesan satu mie ayam.
Tas ransel yang sudah setahun ini menemani ke manapun kaki ini melangkah memasang posisi resletingnya dalam posisi yang sangat aneh.

TERBUKA.

Tepat di bagian dompet bersandar.

KECOPETAN.

KAGET?
Engga

SEDIH?
Engga

STRESS?
Engga

Takut?
IYA


TAKUT BANGET SAMA BONYOOOOKKKK
 
Dan bener aja.
Sepanjang rapat dari jam 11 siang sampai 7 malem hari itu, Cuma kepikirin bonyok.
Ga kepikiran dompet apalagi selusin kartu di situ yang mesti diurus.

Cuma bonyok.

Lagi-lagi mengecewakan mereka dengan keteledoran anak gadisnya.
Lagi-lagi ngerepotin mereka dengan ketidak bertanggung jawaban anaknya yang paling bawel.
Lagi-lagi nyusahin mereka dengan kelemotan anak pertamanya.

Dan itu semua menjadi tamparan yang keras ketika semua kecerobohan itu menyadarkan ada yang salah dengan kedua tangan ini.

KUTUKAN?
Man, zaman serba touch screen begini masih aja ada begituan.

 KELAINAN?
So far, belum ada jenis kelainan/gangguan perilaku yang dapat menjelaskan hal ini (sampai semester 3 ini ya)

PENYAKIT?
Yahh… Hati yang sakit ketika hal itu terjadi.. it’s clear enough

LALU?
Mungkin ada yang salah dengan koordinasi otak ini.
Atau mungkin basically, kurang rasa tanggung jawab atau menghargai sesuatu.
Atau jangan-jangan selama ini phlegmatic justru mendominasi jiwa yang tertutup dengan sanguine di luar..

Entahlah…
Yang pasti, ini pelajaran bersama..

Apa yang saat ini ku punya, semuanya hasil jerih payah orang tua..
Gak mudah untuk cari uang saat ini di tengah zaman yang semakin menuntut ketidakjujuran..
Mau dengan alasan apapun menyangkal; itu uang tabungan,beasiswa,atau kerja..

Who you are now because of your parents yesterday, today, and tomorrow..

Jadi belajar untuk menjaga serta menghargai yang kita miliki dengan ucapan syukur.

Watch out guys!!!




Thursday, July 19, 2012

Random...


I’m yearning for that rain…
I can still remember it very well in my mind..
Under that drizzle rain, I realized that you’re not the same…
I was thinking that it was just a romantic scene on movie..
But when it happened to me with you, I couldn’t lie that I’ve been looking at you in the different view…

                Sometimes I get jealous thinking that someone else could make you happier than I could..
                I guess it’s my insecurities acting up…
                Because I knew I’m not the prettiest, smartest or most fun and exciting..
                But I do know that no matter how hard and long you look,
                you’ll never find somebody that loves you like I do…

when I knew that you were falling in love with her..
I was pretending that I’m okay..
I was supporting you and giving my best smile in front of you..
But smile doesn’t mean that someone is happy..
Smile could mean that she was trying to let you go and hope the best for yourself..
Because that’s the real meaning of love isn’t it?

                Love is sincere…
                When love is just to make ourselves happy and satisfied, it’s named egoist…
                And I saw it when Jesus sincerely gave Himself at cross because of His love for us…

But why am I acting this way and it’s make you don’t understand..
I’m just confused..
Because I don’t want to lose you, but it hurts too much to love you..
My mind tells me to give up,
But my heart won’t let me….

                When I said sorry, believe me I feel it..
                When you see me starting to cry, hold me and tell me everything’s gonna be alright…
                When I ignore you, give me your attention..
                When I’m quiet, ask me what’s wrong..
                When I push or hit you, grab me and don’t let go..
                When I’m mad and I walked away from you, follow me..
                If I didn’t text you, it’s because I’m waiting for you to text me..
                When I say I love you, don’t doubt it. I mean it…

Sometimes I hope the best relationship is;
when we both know we’re in love yet we stay friends..
But if you’re not…
Maybe it’s true when people said;
Those who could hurt you the most are the ones that you love the most.




Wednesday, July 11, 2012

PEMILU GUBERNUR DKI



Salah satu trending topic semalam bertuliskan Jokowi. Buat yang ga tau siapa itu Jokowi, dia bukan nama Pakde penjual bakso yang biasa mangkal di perempatan komplek rumah.  Jokowi itu salah satu calon gubernur DKI Jakarta yg sebelumnya sukses jadi Walikota di Solo periode 2005-2010 dan 2010-2015. Nah, menuliskan post kali ini bukan berarti I’m the supporter of Jokowi. Tapi bukan juga berarti I’m not supporting Jokowi. Hahahaha

It’s my privacy 


Awalnya ga mau ikutan untuk ikutam pemilu gubernur DKI Jakarta. Karena rumah di ciledug, tapi KTP Mampang Prapatan. Yang otomatis, pagi-pagi banget harus berangkat ke sana. Hahahaha
Jadi tekad malam sebelumnya adalah memilih jadi golput. Tapi malam itu YM-an with my bestie, Titin. Yaaaahh dia bawel banget. Intinya dari hasil YM an itu, cukup menegur lah. Hahaha

Sudah tahu Jakarta kondisinya sangat tidak baik dan gue mengharapkan adanya perubahan dari kota bapuk metropolitan yang satu ini. Dengan memilih golput, sama aja gue ikut dalam orang-orang yang talk more, do less. At least dengan memilih calon gubernur yg gue harapkan bisa membawa sedikit perubahan bagi Jakarta, itu adalah salah satu bentuk kepedulian gue pada kota yang membesarkan gue 19 tahun (kurang) ini.
ketentuan kartu pemilih

Tempat Pemungutan Suara..bukan Tim Pembimbing Siswa

Surat Suara

Lembar Depan

Lembar Pemilihan

Kartu Pemilih
Salah satu harapan gue pada kota ternista  tercinta ini ga muluk-muluk kok

ga kebaca ya? hahahahaa
Yaaahhhh
semoga siapa pun yang jadi gubernur nanti, May God leads him to maintain this Jakarta

Tuesday, July 10, 2012

The day after Retreat


Sooooo
It was a full of pressures when we had to prepare the retreat of our church. It spent a lot of energy, emotion, and of course our time.  How could it happen?
It was started when the Youth Fellowship had a deal to make a national retreat for our church.
We chose 5-7 July 2012 at Puncak Kana, Bogor. It wasn’t easy to prepare this retreat. Because we had to publish this retreat to 9 other churches. We invited Manado, Bali, Samarinda, Lerep, Semarang,Lampung, Palembang, and Kali Pancur. So on the final day, almost 100 young people gathered at our central church at Jakarta. The most difficult part was the journey of the participants. On Wednesday, they arrived at Jakarta and stayed at the dormitory of Sekolah Tinggi Teologi Indonesia (STTI). As one of the committees, I helped to take care of them. From how would they eat, when they had to go to sleep, and how to make they feel comfort during at Jakarta (*stole from mas Yogo. HaHaHaHa).

Fuuuuhhhhh


It would be easier if we had more committee at that time. But unfortunately,  there wasn’t  much of us who can handle this retreat. Yes, with a limited committee, we tried to do all of the best from ourselves for this retreat.
RETREAT NASIONAL GSRI- STICK TOGETHER

The committees

Mba Sekar,Nila, Me, i love both of them!!


with ka Happy, one of my best partners at EO :)


So many problems that we had to face on retreat . But I won’t  share it because the space of this post isn’t enough. Hahahahaha

Let’s talk about the fun parts.


After all the tiring moments on retreat, we finally had a refreshing moment.

With the other committees and participants, we had a lunch at Samudera restaurant. The best part of it was when I finally ate Bakpau. Hahahaha
I’m a freak lover of bakpau since I was a little girl. So you can ask me all about bakpau and you won’t doubt me as the biggest fan of Bakpau. And tried the other kinds of Chinese foods. Yuuupppsss.. delicioso

Then, we went to Monas just to take some pictures. Hahahaha


Silly things because we had too much stress.

Then the best part was we went to Grand Indonesia.  And it was also silly because we went there just to watch a dancing fountain for 10 minutes. Hahahaha
Well, but it was worth because I watched it beside the lovely boy who made me melt every time I saw him. Hahahaha

the dancing fountain

And finally, we closed the day with watched the amazing Spiderman at Fx-Senayan. The movie wasn’t really interesting, but the main actor was absolutely made me enjoy the movie. Hahahaha


Say hello to Andrew Garfield who has the best smile ever!
can't stop screaming when see an eye-glasses boy


THANK YOU FOR ALL OF YOU WHO MADE THIS RETREAT HAPPENED
AND OF COURSE THE ONE AND ONLY,
JESUS CHRIST

 and... what's the point of this post?

maybe this quote will close this post beautifully ;)

Don't worry 'bout anything; instead, pray about everything; tell God your needs and don't forget to thank Him for His answers