Pages

Tuesday, April 23, 2013

DYSPRAXIA


Siapakah yang belum pernah mendengar cerita fiksi yang terkenal di seluruh dunia berjudul “Harry Potter”? Cerita yang dituliskan dalam 7 seri novel ini diangkat ke layar lebar dan mendapat sambutan yang luar biasa dari seluruh dunia. Kesuksesan buku dan film nya membuat penulis maupun pemain film “Harry Potter” dikenal oleh dunia. Namun siapa yang menyangka, Daniel Radcliffe sebagai aktor utama pemeran “Harry Potter” rupanya mengalami dyspraxia yang membawanya mengenal dunia akting.
Dunia sempat bertanya-tanya ketika Daniel Radcliffe memberi pernyataan mengenai dirinya yang mengalami dyspraxia. Apakah itu suatu penyakit yang berbahaya? Ataukah suatu kelainan yang perlu mendapat penanganan khusus?
Menurut Josette Protelli B.Sc, M.A, Developmental Verbal Dyspraxia (DVD) merupakan kesulitan perencanaan pada kemampuan motorik berbicara yang berkaitan pada prosedur berbicara. Namun kesulitan ini bukan berarti gangguan pada otot dan kemampuan kognitif, meskipun berpengaruh pada kemampuan berbicara dan berbahasa. Dsypraxia terjadi  ketika otak mencoba untuk memberi perintah terhadap otot untuk bergerak namun ternyata pesan tersebut tidak tersampaikan dengan baik.
Dyspraxia seringkali tidak terlihat karena secara umum, anak-anak yang mengalami dyspraxia menunjukkan tidak adanya perbedaan kondisi terutama secara fisik. Penyebab dari dyspraxia secara umum diketahui karena adanya pembentukan sel pada otak yang tidak sempurna selama di dalm kandungan maupun otak yang kekurangan oksigen selama proses melahirkan. Menurut Weiss dan Wilson (2004), dyspraxia merupakan hasil dari kurangnya perkembangan syaraf dan disfungsi minimal otak.
Dyspraxia dapat mempengaruhi berbagai aspek pada kehidupan anak termasuk kemampuan intelektual, emosi, fisik, bahasa, sosial, dan perkembangan sensori yang dapat berdampak  pada proses pembelajaran. Selain itu, dyspraxia juga dapat berhubungan dengan kemampuan berbahasa, persepsi, dan berfikir anak yang tidak sesuai dengan  perkembangan yang diharapkan pada anak-anak secara umum.
Akibatnya, adanya hambatan yang timbul dalam proses pembentukan ide, dan gerakan motorik. Karena anak dengan dyspraxia memiliki pemahaman yang kurang lama memahami suatu hal serta kesulitan dalam menyampaikan suatu pesan menjadi tindakan. Ini berarti kegiatan fisik seringkali sulit untuk dipelajari dan dipertahankan, serta seringkali menyebabkan anak menjadi ragu-ragu dan canggung. Selanjutnya, anak dengan dyspraxia  cenderung kurang dalam koordinasi dan seringkali lupa pada kegiatan sehari-hari, kehilangan pakaian mereka, dan berjuang untuk mengingat hal yang mereka inginkan.
Di sekolah, anak dengan dyspraxia mungkin memiliki kesulitan dengan matematika dan cerita tulisan. Mereka juga dapat menghindari permainan, lambat dalam berganti pakaian, tidak mampu mengikat tali sepatu, menjadi kurang terorganisir, atau memiliki rentang perhatian yang pendek. Mereka sering merasa sulit untuk mengingat dan mengikuti instruksi, dan tulisan  tangan yang tidak rapi  adalah salah satu gejala yang paling umum.
Dyspraxia seringkali disamakan dengan disleksia (misalnya, kesulitan membaca, menulis dan ejaan) atau dyscalculia (misalnya, masalah dengan matematika), dan kondisi lain yang mempengaruhi belajar, seperti Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (AD / HD). Kelemahan dalam pemahaman, pengolahan informasi, dan mendengarkan dapat berkontribusi dalam masalah yang dialami anak-anak dengan dyspraxia. Mereka juga mungkin memiliki rasa rendah diri, depresi, dan masalah emosional dan perilaku lainnya.
Sekalipun ada banyak kesulitan yang dihadapi anak dyspraxia, penting untuk diketahui bahwa anak-anak ini cenderung sangat mampu dan dapat unggul dalam sekolah dan kehidupan sehari-hari jika diberikan dukungan dan bimbingan yang tepat. Hal ini terlihat dari aktor Daniel Radcliffe yang mengalami masa-masa sulit di dalam proses belajar di sekolahnya. Karena tidak berhasil mengikuti proses pembelajaran di sekolah, maka sang ibu pun akhirnya memutuskan untuk memasukkan Daniel ke sekolah seni agar ia memiliki percaya diri yang lebih. Aktor kelahiran 23 Juli 1989 yang memulai karir aktingnya lewat film David Copperfield (1999)  ini bahkan memiliki cita-cita sebagai seorang penulis karena kekagumannya pada cerita Harry Potter.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan serta dipersiapkan bagi anak dengan dyspraxia antara lain sebagai berikut:
Hambatan Dyspraxia
Permasalahan di Sekolah
Solusi
Koordinasi tangan dan mata
Kesulitan menulis
-          Berlatih pengenalan huruf
-          Menggengan pensil dengan benar, menulis mengikuti garis
Koordinasi tangan dan mata
-          Kesulitan berganti pakaian
-          Menggunakan peralatan seperti gunting
-          Menggunakan pakaian yang mudah dilepas seperti akos dengan bahan Velcro
-          Membuatb tugas tidak menjadi kompleks agar siswa mudah memahami
Gerakan besar
-          Kesulitan berjalan mengikuti garis, melompat ke seseorang atau sesuatu
-          Kesulitan berlari, melompat, menendang,/menagkap bola
-          Berjalan di atas garis, berlatih lempar-tangkap menggunakan balon berisi air
Perhatian/ Konsentrasi
-          Bereaksi pada seluruh rangsangan tanpa diskriminasi
-          Lemahnya perhatian
-          Terganggu dalam lingkungan yang terbuka
-          Menggangu orang lain
-          Kegiatan yang memenuhi keinginan anak
-          Hindari anak menggangu yang lain ketika ada tugas
-          Jangan adanya hal-hal yang dapat menarik perhatiannya dari belajar seperti lampu neon, wallpaper tembok,dl
-          Menunjukkan budaya “tidak-menggangu” untuk menunjukkan rasa hormat pada setiap anak

Konseptualisasi
-          pemahaman kesulitan konsep-konsep seperti ‘di’, ‘di atas’, ' di depan'
-          Bermain pertanian / kebun binatang / games perjalanan dengan kartu perintah seperti 'sapi di depan gudang' dengan gambar yang benar di belaakng kartu
Koordinasi pribadi
-          Tidak dapat mengkoordinasikan dengan baik
-          Menyediakan time table, buku harian, dan instruksi untuk kegiatan spesifik dengan kartu bergambar
Komunikasi
-          Tidak dapat mengingat atau mengikuti instruksi
-          Dapatkan perhatian anak sebelum memberikan instruksi.
-          Gunakan bahasa sederhana seusi dengan visual yang diberikan.
-          Memberikan waktu untuk memproses informasi.
-          Gunakan kegiatan, demonstrasi dan gambar.
Berbicara, bahasa, dan komunikasi
-          Kesulitan dalam menjelaskan kebutuhan atau menjawab pertanyaan
-          Kesulitan dalam menceritakan kembali sebuah kejadian
-          Memberikan dukungan visual untuk membantu ingatan pengalaman pribadi
Kemampuan Sosial
-          Tidak adanya konsep kepemilikan pribadi
-          Kesulitan memiliki teman
-          Kesulitan bersikap
-          Bermain untuk mengembangkan pemahaman tentang konsep pribadi dan umum
-          Memiliki peraturan konsisten kelas secara eksplisit
-          Gunakan cerita sosial untuk menjelaskan aturan-aturan sosial
Kreatifitas/Imajinasi
-          Ketidakmatangan karya seni dan bercerita
-          Kesulitan dengan waktu ‘sebelum’, ‘setelah’, ‘akan datang’
-          Bermain peran dan drama untuk mengeksplorasi
-          Garis waktu (time line) dapat membantu memperbaiki peristiwa dalam pikiran anak
-          Ajarkan dari 'berkonsetrasi'  ke 'abstrak' dengan membuat konsep yang relevan dengan pengalaman anak sendiri


Sumber:
http://www.dyspraxiafoundation.org.uk/
http://www.pivotaleducation.com/

Wednesday, November 7, 2012

Hai Selasa x_x


Hai selasa.
Hai mendung yang seharian itu menghiasi langit
Hai petir yang menjadi jeritan hati tertahanku hari itu

Ada apa hari itu?
Pagi itu aku terbangun tanpa beban yang sama seperti malam sebelumnya
Setelah aku mencoba melepaskan asa lamaku

Mimpi juga begitu bersahabat menemaniku malam sebelumnya
Aku masih bermimpi yang sama
Sebab alam bawah sadarku rupanya tak dapat berbohong

Namun ketenangan hari itu dikoyakkan dengan kabar yang datang
Bak petir yang memecah segala harapan ku
Dan waktu semakin kuat mengejarku

Dimulai dari kenyataan harus tetap hadir di kampus padahal sedang diliburkan
Lalu pesan singkat dari rekan sekerja yang mengabarkan bahwa harapan kami pada salah seorang anak di sebuah SMA membatalkan kehadirannya di acara besar yang kami sudah nantikan
Kemudian jadwal latihan yang seharusnya digeber semalam-malaman juga batal

Dan sekarang di sinilah mata bermain
Tak tahu harus berbuat apa, sementara banyak hal yang sebenarnya masih harus dikerjakan

Dan salah satu benakku semakin takut untuk terdiam lebih lama
Membiarkan asa lamaku akan semakin membayangi malamku
Sementara aku tahu, aku harus tetap melangkah
Meninggalkan sang asa yang tetap berjalan di belakangku

Mungkin segala rencanaku hari itu boleh gagal
Tapi biarlah aku mengikuti irama kehidupan yang terus melantun
Menciptakan melodi indah dari setiap tempo kehidupan yang tercipta

Monday, November 5, 2012

♥ this MONDAY


Selamat pagi dunia
Mentari pagi ini menyentuh tanganku dengan kehangatannya
Membawa seberkas ceria di tengah jalanan ibu kota yang dipadati kendaraan
Bunyi klakson kendaraan menjagaku tetap membuka mata untuk menikmati gedung-gedung tinggi yang berdiri mendampingi perjalananku

Tak ada hari yang seindah senin

Ketika akhirnya realita kembali menjemput
Ketika segala kesibukan sudah siap menguras habis seluruh tenaga
Dan membantuku menghapus asa lamaku

Dimulai ketika Yang Kuasa menghantarkan pesan lewat saat teduh pagi ini
Memberi stimulus bahagia di hati
Yang memberi segaris senyuman di pagi ini
Lalu pesan singkat dari seorang teman yang menggelitik pikiranku

Ketika dunia begitu luas
Sementara otak ini berukuran begitu kecil,
Ternyata selama ini diri ini terlarut dalam satu kenyamanan
Yang membuatnya tak berfikir untuk keluar dan melihat yang lain

Birunya langit memang sama
Namun aku lupa, langit itu bisa terlihat lebih indah
Ketika kau juga bisa melihat gunung yang menghiasinya
Dan aku perlu mencari tempat yang tepat untuk dapat melihatnya

Maka pagi ini,
Kaki ku mangayun bersiap dengan dunia yang baru
Mencoba menemukan keindahan lain yang masih tersembunyi
Lalu mencoba menggengamnya erat

Mengukir kisah lain dari dunia yang belum pernah ku singkap
Lalu mengizinkan dunia terus berputar
Agar hati dapat menyimpan segala cerita yang akan terlukis indah



Monday, October 29, 2012

Pencopet??? Siapa takut?!

mungkin keabstrakan saya semakin menjadi-jadi..
setelah beberapa postingan saya yang dianggap sebagai seorang pujangga galau,.
kali ini saya menceritakan sebuah kejahatan dengan penuh kepuasan..

jadi.. begini ceritanya..

hari Rabu kemarin, seminggu sebelum saya menuliskan post ini, saya bertemu dengan orang-orang yang membuat saya punya ketakutan yang besar terhadap yang namanya angkutan umum.
ya, salah seorang sahabat saya memang pernah berkata bahwa saya termasuk ke dalam kategori orang yang parno.

padahal tidak begitu juga.

memang pengalaman sekali kecopetan dan dua kali gagal dicopet,
apalagi selalu bertemu dengan preman di dalam bus,
akhirnya membuat saya jadi mawas diri.

sebelumnya, saya termasuk orang yang sangat menikmati menaiki angkutan umum SELAMA memperoleh tempat duduk.
menaiki angkutan umum jauh lebih nyaman karena buat saya, dari segi keamanan di jalan, saya termasuk tidak perlu menderapkan detak jantung terlalu cepat.
sealin itu, banyak hal yang bisa dilakukan dari membaca buku, smsan-internetan-bbman, atau memikirkan hal-hal yang seringkali terlewat untuk dilakukan.
dan hal yang terbaik dari itu semua adalah punya kesempatan untuk TIDUUUUUURRRRR


Hahahahaha
yah, selama tidak terburu-buru, angkutan umum sebenarnya di atas segala ketidaknyamanan fasilitas yang ditawarkan, menjadi salah satu alternatif yang tepat di Ibukota Indonesia ini.

nah, siang hari kemarin, salah satu hal yang paling saya tidak duga terjadi di angkutan umum yang sering saya tumpangi.
bus besar jurusan Pulogadung-Blok M hari itu memang cukup sepi sekalipun jarum jam sedang menuju ke angka 3. saya dan sejumlah mahasiswa yang ramai menaiki bus tersebut dan menempati bangku-bangku yang masih kosong.

saya dan teman saya mengambil posisi paling depan, di mana mata kami telah jatuh ke sepasang kursi kosong tersebut dan memutuskan untuk duduk di situ.
tak lama bus berjalan, seorang ibu yang duduk di sebelah kanan saya menegur saya ; adek pakai indosat?
berusaha untuk tetap ramah dan waspada, saya menjawab: engga bu. saya pakai axis
ibu: oh begitu. anak sekarang jarang ya yang pakai indosat
saya yang memang takut dengan orang asing karena isu hipnotis yang ramai dibicarakan, maka saya pun menjawab cepat: iya bu.
lalu saya mencari headset di tas dan dengan perlahan memasangnya di kedua kuping saya.
berharap dengan demikian tidak ada lagi percakapan.

tidak ada percakapan sejak itu...

mata saya mulai berat..

dan tanpa bisa saya kendalikan, alam mimpi menghampiri saya siang itu..

lalu tiba-tiba saya tersontak ketika bus baru saja melewati jembatan stasiun jatinegara dan sejumlah penumpang berteriak-teriak tutup pintunya pak.

saya terbangun, berusaha mengetahui yang terjadi.

dan dengan posisi saya yang duduk di paling depan, saya dapat melihat bus saya yang melewati busway terhenti di depan sejumlah siswa berseragam putih abu-abu

kenek berusaha menghalangi mereka masuk, dan akhirnya hanya sekitar 3-5 siswa yang bisa menaiki bus tersebut.
kantuk tak lagi menemani saya.
khawatir siswa-siswa tersebut tiba-tiba terlibat tawuran dan membawa air keras..
parno? mungkin.
tapi itu yang saya syukuri.

setelah melewati daerah Cipinan, ada 2 orang lelakidari belakang yang maju ke depan. salah satunya berpakaian rapi dan meletakkan sebuah tas besar di depannya. sementara yang lain berbadan besar dan tak membawa barang apapun.
saya sama sekali tidak curiga, sampai tiba-tiba ibu di samping saya berkata: mereka pencopet.

SHOCKED.
SANGAT.
DAN TAMBAH PARNO.

Ibu-ibu di samping saya persis kalau yang ada di cerita-cerita misteri. berbicara tanpa ekspresi atau memandang saya dan intonasinya pun datar.

saya spontan bertanya: kok ibu bisa tahu?

dan dia diam saja.

saya menahan nafas lalu berbisik ke teman di samping kiri saya: mut, itu yang di depan pencopet. ibu-ibu di samping gue yang bilang.
mutiara: hah??! serius stev?
saya: ya aman gue tahu

kami tak melepaskan pandangan kami ke depan. sambil sesekali saya melirik ke ibu-ibu yang tak berekspresi itu.
hmmmmm
plegma sepertinya...
HAHAHAAHAHAHA

Dan...
bus mulai melewati yang disebut "pangkalan"... itu sesudah halim, sebelum UKI.,.
Mutiara turun..d an orang-orang tersebut tidak turun...
dan mulai curiga lah saya...

lalu kenek pun berteriak: CAWANG-CAWANG-CAWANGGGG!!!!!
Dan beberapa orang muali beregerak turun dan mereka juga mulai bergerak tapi tidak turun...

dan ketika si kenek meneriakkan: UKI-UKI-UKI
Sejumlah penumpamng memadati pintu depan dan beberapa orang yang sejak tadi saya amati juga terlihat hendak turun dan masuk ke dalam kepadatan penumpang tersebut.

dan saya sangat terkejut dengan yang saya lihat.

SALAH SEORANG DARI BAPAK-BAPAK DI BELAKANG MENERIMA HANDPHONE SECARA DIAM-DIAM DAN MEMASUKKAN KE DALAM KANTONG CELANANYA.

ARRRGGGHHHH!!!!!

Mau berteriak, tapi ketakutan itu melingkupi saya begitu besar. mereka berbadan besar dan berkelompok.

seorang bapak-bapak menyadari handphonenya hilang namun usahanya sia-sia.
si pencopet dengan muka tegangnya memerintahkan agar sang supir segera melajukan kembali kendaraannya. dan salah seorang dari mereka yang sejak tadi tidak saya perhatikan memberikan uang kepada sang supir.

MYYYY!!!!!!

Gak heran kejahatan bisa terus terjadi di tempat ini.

dan yang lebih membuat saya terkejut, yang saya pikir hanya tiga orang, ternyata ada LIMA ORANNNGG!!!!!

SOTOY kah saya???

tidak. karena setelah BNN, mereka turun bersamaan di jembatan penyebrangan yang terdekat dari tempat itu.

dan setelah mereka turun, ibu-ibu di samping saya berbicara tanpa menatap ke saya!!!!!!
"Tuh kan saya bilang apa. di belakang pasti masih ada."

Dan saya hanya bisa menelan ludah dan memeluk tas saya sambil berharap kantuk tak lagi menemani saya sore itu.....

setidaknya...

ketika hari ini kembali harus menaiki bus yang sama.. saya jauh lebih tenang karena saya sudah tahu bagaimana harus berjaga-jaga dan mengetahui bagaimana mereka berkerja..

yah..mungkin benar..

bahwa kejahatan bisa tejadi karena ada kesempatan..






Thursday, October 25, 2012

daun itu bercerita...


Dan sepucuk daun kembali terjatuh
Meninggalkan rantingnya dan bersatu dengan aliran sungai
Warnanya hijau, terlihat begitu rapuh nan lembut

Daun itu siap meninggalkan pohonnya dan berpetualang bersama aliran sungai itu
Memang ada ujungnya di sana
Namun ia tak tahu di mana dan kapan ia akan tiba di sana
Ia hanya menyerahkan diri pada aliran sungai yang terus membawanya

Sesekali ia harus tenggelam karena kencangnya aliran
Namun ia akan kembali muncul tanpa adanya robekan di tubuhnya
Sesekali ia harus terhenti karena batu besar
Namun air dan angin membantunya untuk kembali ke arus itu

Takutkah ia ketika akhirnya seorang diri harus mengarungi aliran air itu..
Daun itu tetap tampak tenang
Menunjukkan keindahan hijaunya ketika sinar sang mentari singgah di atasnya
Ia tetap tampak segar
Tentu, karena ia dikelilingi air yang tetap memberinya kehidupan

Perlahan ia mulai layu
Lelah dengan kerasnya terpaan angin dan air yang terus menghampirinya
Sampai akhirnya…

Ia menikmati terbang di udara seperti seekor burung,
ketika sungai itu telah menghabiskan jalannya
membawa dang daun ke bagian lain yang lebih tenang daripada aliran sungai
dan ia berkumpul kembali dengan daun-daun lain
di salah satu sisi bebatuan yang tenang dan teduh itu

Wednesday, October 24, 2012

rancangan-Nya.. bukan rancanganku...


Sang gadis memeluk kedua tempurung lututnya
Berusaha menikmati kesunyian malam itu
Ketika detakan jam di dinding yang menemaninya malam itu

                Ia memejamkan matanya
                Meskipun tak ada lagi seberkas cahaya yang dapat dilihatnya dari tempatnya meringkuk
                Ia sedang menikmati waktu bersama yang paling mengasihinya
                Di dalam diamnya, hatinya menyampaikan kata demi kata
                Mencari di dalam bayangannya yang nanar

“Dapatkah aku melihat buku milikMu….
  Aku ingin tahu akhir dari lembaran-lembaran yang sudah Kau tuliskan selama 19 tahun ini…
  Cerita yang Kau buat semakin rumit…
  Semakin tidak dapat dipahami…”

                Dalam diamnya, ia kembali membuka lembaran 19 tahun lebih 23 hari yang telah dilewatinya…
                Lalu semakin mengencangkan pelukannya
                Merasakan angin menyusup di belakang tengkuknya
                Mengisyaratkan malam memanggilnya untuk segera terlelap

“orang bilang aku dewasa…
  Tapi tak ada yang memberi tahu seperti apa itu dewasa..
  Kupikir aku sudah berusaha menjadi orang dewasa..
  Tapi mereka menuntut lebih…
  Jika aku lelah, bukankah itu berarti aku belum dewasa?”

                Sang gadis ingin mengakui sesuatu
    Namun tertahan..
                “Ah Tuhan, Kau kan mengetahui segala sesuatu…”
                Dan ia meluruskan kedua kakinya.
                P-A-S-R-A-H

“Jika Kau mengizinkanku membuka daftar isi dari buku kehidupanku,
  Aku mau melihat bagaimana studiku, keluarga, pekerjaan,
  dan akhirnya …”

Ia berusaha membujuk-Nya,
Mengintip bagian prakata yang dituliskan;
TUHAN semesta alam telah bersumpah, firman-Nya:
“Sesungguhnya seperti yang Kumaksud, demikianlah akan terjadi, demikianlah akan terjadi,
dan seperti yang Kurancang, demikianlah akan terlaksana –Yes 14:24

Ah.. ya…
Apalagi gunanya berusaha mengintip isi buku itu kalau pada akhirnya akan terjadi..
Berarti, hanya tinggal menjalankannya..
Dan cerita itu akan baik adanya jika mengikuti sesuai yang dituliskanNya
Hmmmm
Bagaimana mungkin akan baik adanya? Bagaimana untuk mengetahuinya?

“Tuhan mengetahui rancangan-rancangan manusia; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka. Berbahagialan orang yang Kauhajar, ya Tuhan, dan yang Kau ajari dari Taurat-Mu- Mzm 94:11-12”

Si gadis masih gelisah…
Relasinya selama ini bersama Dia memang telah berbicara banyak..
“Ah, tapi hati ini tak tenang. Salahkah menikmati sesuatu ini sekarang? Ini bisa jadi pelajaran untuk masa depanku”

Dan lagi jawabNya “Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan TUHANlah yang terlaksana –Ams 19:21”

                Sang gadis mulai menggaruk kepalanya
                Dasar gadis bebal
                Berani-beraninya berkompromi dengan Yang kuasa

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancanganapa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan –Yer 29:11”

                Sang gadis tersipu malu
                Setitik air yang terjatuh dari pelupuknya segera ia hapus
                “Dasar sanguine.. dasar Hiperbola.. dasar bebal…”
                Ia membuka matanya, beringsut ke salah satu sisi untuk membaringkan kepalanya
                Ah yah, merasa seperti seorang dewasa ketika mimpi akhirnya mulai menghampirinya…

Monday, October 22, 2012

Jangan "aku"


Egois…
Manusia dan pahamnya saat ini membawa setiap individu tanpa sadar terjerembab ke dalamnya
Ketika “aku” adalah yang utama

Lalu egoiskah hati…
Ketika hati tak lagi menempatkan aku sebagai yang utama namun mereka…
Ketika hati menjujung mereka, satu per satu tali mulai mengikat diri
Mengikat dengan kencang seolah tak mau dilepaskan

Lalu satu per satu mulai menarik
Menarik, mengulur, menarik mengulur..
Dan tarikan itu seperti membawamu berdiri di tepi jurang yang dalam
Hanya butuh sedikit lagi dorongan untuk membuatmu jatuh dan berharap tak perlu lagi terlihat

Tak terlihat
Tak ada tarikan, tak ada rasa sakit, tak ada lagi air mata
Ya, dorong saja sampai kematian menjemput
Dan ketika pikiran itu membuatku pasrah untuk terjatuh,
Seseorang menahan jatuhku

Ia menahanku dengan bilur-bilur di tubuhnya
Dan Ia tampak jauh lebih terlihat kesakitan dan menderita
Tidak ada tali yang menariknya
Namun tanagn dan kakinya dipaku, dan tubuhnya menahan kayu besar berbentuk salib

Bibir itu hanya terketup
Diam seribu bahasa dan menyadari kebodohan terdalam saat “aku” lagi-lagi menduduki tahta hati
Kenapa?
Kenapa pria itu harus menderita dan disalib?

Ia tidak mengeluh
Ia tidak marah
Ia tidakmenunjukkan penyeselan

“Karena Aku mengasihimu,” ujarnya dengan penuh kehangatan

Kasih..
Satu kata yang mampu memotong segala tali yang sepertinya sedang menarikmu
Satu kata yang membuatmu terselamatkan dari jurang dalam itu
Dan satu kata yang membuatmu mampu menempatkan “aku” di urutan terbawah di hatimu
Dan menjadikan “Dia” sebagai yang bertahta di hatimu


Face it!!


Langit tak tampak begitu bersahabat bagi gadis itu
Langkah kakinya membawanya menyusuri jalanan sepi di terminal BlokM
Sesekali ia melihat ke layar HP nya dan berharap malam tak lagi begitu larut berlalu

Ia memandang ke sekeliling
Tak ada lagi lalu lalang orang
Tak ada lagi deruan bus-bus yang memperebutkan penumpang

Dan matanya terhenti pada salah satu pemandangan terbaik malam hari itu
Permainan lampu berwarna ungu menarik perhatiannya dan menyinggungkan sedikit senyuman di wajahnya
Namun tak terasa kembali setitik air yang ditahannya terjatuh lagi
Dan kali ini tak terkendali

Kali ini ia membiarkannya
Toh, tak ada yang melihat
Toh, di tempat sesepi ini tidak ada yang mengenalnya sebagai wanita yang dewasa

Namun ketika ia tiba di ujung jalan itu, ia kembali memasang topeng
Wajah tegar yang tak akan menarik seseorang untuk menganggapmu lemah
Sementara ketakutan itu meringkuk di balik hatinya

Ia menemukan yang dicarinya
Melewati bus-bus yang menempatkan dirinya sembarangan,
ia berharap secepatnya dapat duduk dan memejamkan matanya untuk beberapa saat
Namun malam yang tak ramah  itu justru menemaninya untuk memikirkan banyak hal

Pikiran sang gadis bermain-main dengan segala hal yang menggangu hatinya
Ia menyibakkan rambutnya, menutupi wajahnya yang disandarkan ke besi tua yang dingin itu
Ia membiarkan jemarinya bermain di atas tombol-tombol tanpa ada tujuan yang jelas

Lalu ia kembali tersenyum dengan setetes air yang kembali jatuh perlahan di matanya
Salah satu pesan dari orang yang paling dikasihinya malam hari itu membuatnya seperti sedang tak sendiri
“none things that we might regret, it makes some cloud hiding our way so we can’t move on
10 July ’12 18.08 –D “
Sang gadis membuang nafasnya dengan pelan
Melepas sedikit kerisauan di hatinya

Tidak ada yang perlu disesali ketika memang kedewasaan menjemput
Karena tidak ia datang secara tiba-tiba
Kedewasaan hadir tak lalu begitu saja seperti angin yang berhembus
Namun ia hadir seperti topan yang mengubah seluruh kehidupanmu

Awalnya terasa tak enak
Seperti merusak segala sesuatu
Kakimu tak dapat berdiri tegap karena kencangnya angin yang memutarkan segala sesuatunya
Membawa semua yang ada padamu
Namun topan itu akan hilang
Meninggalkan sisa-sisa yang harus diperbaiki
Digantikan dengan hal-hal yang baru dan jika kau bijak, maka kau akan memilih yang lebih baik

Itu proses
Itu membuatmu jauh lebih tegar dan kuat
Topan yang keras akan membuatmu belajar dan jika topan yang selanjutnya datang, kau tahu apa yang harus dilakukan

Dewasa
Hadapi itu mau tidak mau
Siap atau tidak siap

Masalah tidak akan hilang
Masalah tidak akan pergi
Tapi kau bisa menghadapinya
Dan kau bisa menyelesaikannya





Thursday, September 27, 2012

Jakarta Keras (bukan karena aspaall!!!)


Rabu, 26 September 2012


Dengan otak yang dipenuhi pikiran harus mengurus semua kartu-kartu yang digondol pencopet dan uang yang makin tiris karena banyak pengeluaran tak terduga untuk mengurus itu semua, langkah kaki dengan gontai menibakan saya dan anggre (teman satu kontrakan) di dalam salah satu ruang kelas yang panas di Fakultas Ilmu Pendidikan.

Jam 10.00
Seharusnya kelas dimulai jam 08.00 jika saja dosen tidak secara mendadak membatalkan kelas.
Kuliah dari jam 08.00 sampai 16.00 secara khusus 5 jam bersama dosen yang sama dengan satu mata kuliah, rasanya tidak akan mudah dilewati.

Berusaha memasang mood at the top level, rok span selutut berwarna pink dan blouse warna hitam hari itu sukses membuat saya siap menghadapi kebosanan yang akan menyerang. Sampai kelas, segera membuka notebook sambil menunggu dosen yang *pasti* terlambat.

I was trying to be a nice student so I didn’t come late

Dan…
Penanggung Jawab mata kuliah tersebut maju ke depan kelas…

Dan kalimat-kalimat yang paling saya tidak harapkan meluncur keluar dari mulutnya..

Kalimat demi kalimat sang dosen yang disampaikan ke si PJ bak petir di siang bolong..

Saya tertawa keras.

Rasanya otak kosong.

Kelas tidak ada.

Dia mau kami untuk segera terjun ke lapangan dan bertemu dengan anak-anak Gangguan Emosi dan Tuna Laras(GETL).

Di siang terik yang panas itu, setelah berdiskusi dan sempat mengelilingi daerah under pass di rawamangun, kami akhirnya menjatuhkan hati kepada stasiun senen.

Ya. STASIUN SENEN.
Tempat di mana tidak seharusnya 4 gadis berpakaian rapi ala guru duduk-duduk di depan stasiun berdekatan dengan segerombol anak-anak punk sambil beberapa kali mencuri pandang.
Sementara yang lain takut untuk segera memulai salah satu langkah observasi-yaitu wawancara, sifat sanguine dan phlegmatic cukup membantu saya hari itu.

Bermodalkan dengan nekat, saya mendekati 3 orang anak punk yang tengah bermain-main dengan okulele mereka. Tangan mulus ini mendarat dengan tepat ke tangan yang membuat kulit saya tampak begitu cerah dan bersih. Sukses mendapatkan mereka, saya segera duduk tanpa dipersilahkan dan segera memulai pembicaraan.

Hampir satu jam percakapan yang mengharuskan saya kesemutan di kaki membuka pandangan baru bagi saya mengenai kehidupan mereka.

4 narasumber, mari kita sebut A,B,C, dan D. 3 pria, satu wanita (inisial D)
Mereka memiliki keluarga.
Tapi mereka ditolak.
 Mereka tidak mendapatkan kasih sayang.
Dan akhirnya, kabur dari rumah adalah pilihan yang tepat.

Sejak usia 10 tahun, mereka hidup tanpa naungan orang tua.
Keluarga merupakan sahabat mereka yang sama-sama berjuang di jalanan untuk dapat tetapbertahan hidup. Mereka memiliki mimpi.
Tapi itu semua seperti hal abstrak yang terlihat di balik jendela yang basah oleh aliran air hujan. Tidak jelas. Tapi samar-samar bisa terlihat.

Keinginan. Seolah menajdi sesuatu yang seringkali hanya menyesakkan dada.jika ditawarkan berbagai kemungkinan, mereka menjawab singkat. Mau.
Tapi keadaan dan kondisi menjadi tembok tinggi yang harus dengan susah payah di lewati. Perlu tangga atau tali untuk memanjatnya. Tapi tidak ada. Tidak ada yang mau menawarkan tangga atau tali itu.

Kami tertawa bersama.
Tapi sungguh, hanya untuk menutupi air mata yang ada di hati.

Mereka sudah beberapa kali ditangkap SatPol-PP. Mereka sudah dimasukkan ke panti tapi hanya mendapat siksaan. Mereka seringkali terlibat tawuran. Dan tidak ada ketakutan akan apapun.
Cukup terkejut ketika pancingan itu mengenai sasaran. Ya, mereka tidak segan-segan untuk membunuh, dan itu sudah direncanakan oleh mereka.

Kami takut.

Kami ragu.

Dan rasanya kami ingin segera pergi dari tempat itu.

But let’s say thank you Lord because He gave me a chance to join in Theater.
So it wasn’t a big deal to act like everything’s okay.

Saya tidak bisa membenci mereka.
Saya tidak bisa marah pada mereka.
Saya tidak bisa kecewa pada mereka.

Tapi…
Saya membenci orang-orang yang menelantarkan mereka.
Saya marah pada orang-orang yang menutup matamereka.
Saya kecewa pada orang-orang yang hanya menjudge mereka.

Lalu apa yang bisa saya lakukan?

Tidak banyak. Not much I could do, but He could.

Sepertinya titik terang untuk semakin mengetahui kosentrasi yang akan diambil semakin jelas.. semoga tidak salah..

Dan itu pun semakin jelas ketika melihat kondisi remaja-siswa saat ini. Tawuran di 70 dan 6 yang terjadi di hari senin 24 September lalu disebabkan oleh anak yang mengalami GETL.. dan itu menjadi kegelisahan yang ga berhenti bahkan ketika sedang menulis post ini..

Hanya berharap supaya nantinya, setiap dari kita lewat bagian masing-masing bisa memberikan kontribusi yang paling tepat untuk membantui kondisi zaman saat ini.. Hopefully.

Let us do our part in JOY (Jesus first, Others second, Yourself last)